- Kolaborasi Alumni Angkatan 81 SMA Negeri Makassar Buahkan Kebahagian
- Warga Cukup Antusias Padati Lapangan Cendana Residence Shalat Idul Fitri 1447 H
- Sebuah Kolaborasi yang Cantik, Undang Ratusan Warga Buka Puasa Bersama di Popanda
- Sinjai Maju Selangkah Lagi, Maraja Convention Centre Mulai Dioperasikan
- Ciri Fisik Penduduk Syurga Bentuk Tubuhnya Halus Cantik dan Tampan
- Andi Muhammad Mappanyuki Tegaskan Haram Hukumnya Menerima Ongkos Politik
- Luar Biasa, Warga Dusun Bangkala Kabupaten Gowa Cor Jalan Berlubang tanpa Bantuan Pemda
- Banyak Manusia di Dunia, Sering Melalaikan Dua Nikmat Tuhan yang Diberikan
- Panitia Pembangunan Pendopo Makam Karaeng Galesong di Malang Temui Ambarala
- Gubernur Andi Sudirman Tepati Janji, Ruas Jalan Tanabatue - Sinjai Bakal Mulus
Situs Sejarah di Bulukumba Perlu Dipelihara dan Dilestarikan

Intiberita -- Situs bersejarah di tanah air menjadi salah satu perhatian pemerintah pusat. Karena sejarahlah salah satu yang menjadikan bangsa ini mengenal jati dirinya.
Seperti halnya di Bulukumba Sulsel, banyak situs sejarah, seperti makam raja raja yang berasal dari Gowa dan Bone dimakamkan di Bumi Panrita Lopi itu.
Akan halnya makam Karaeng Gantarang Paremma Dg Palopo dan Karaeng Mappamadeng Petta Lettu keduanya adalah masih dari garis turunan Raja Gowa dan Raja Bone.
Baca Lainnya :
- Forkopinda Bulukumba Ikuti Pantauan Vaksin Oleh Kapolri.0
- Maksimalkan PAD, Terminal Bulukumba Gunakan E-Portal di Pintu Masuk0
- Hotel Rofina Sinjai Dijadikan Tempat Prostitusi Online0
- Milad yang Pertama, Ketua Sahabat Rescue : Semoga Makin Kedepannya Kompak Lagi0
- Mau Masuk S2, Orang Bone Tidak Perlu Lagi ke Makassar0
Makam kedua Raja di Bulukumba itu hanya dirawat anak cucunya, padahal ini bagian dari situs bersejarah.
Direktur Pusat Kajian Budaya dan Ilmu Pemerintahan, Hasan Basri Ambarala yang menyempatkan meninjau kedua makam itu menyayangkan jika situs bersejarah itu hanya dirawat oleh keturunannya.
" Ini situs bersejarah perlu diagendakan dalam APBD. Paling tidak OPD terkait dengan situs ini, kiranya dijadikan agenda tahunan dalam pemeliharaannya," tutur Ambarala.
Ia juga berharap situs bersejarah ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah, minimal dengan langkah awal dimasukan dalam agenda situs yang perlu dijaga.
" Pihak kami dalam waktu singkat akan berkolaborasi dengan pihak terkait untuk mendiskusikan pentingnya situs bersejarah ini. Paling tidak, kami akan angkat dalam sebuah seminar khusus kajian dan pelestarian situs bersejarah di Sulsel," tandas Ambarala. (ah)










