Panitia Pembangunan Pendopo Makam Karaeng Galesong di Malang Temui Ambarala

By IntiBerita 19 Jan 2026, 11:49:40 WIB Seni & Budaya
Panitia Pembangunan Pendopo Makam Karaeng Galesong di Malang Temui Ambarala

Intiberita,Gowa. Satu lagi giat untuk melestarikan salah satu cagar budaya di Malang yakni panitia pemugaran makam Karaeng Galesong Ki Catur Agus Wahyono menemui Ketua Pusat Kajian Budaya dan Ilmu Pemerintahan Dr Drs Hasan Basri Ambarala SH MH  Senin (19/1) di kediaman mantan Kepala Biro Pemerintahan Sulsel itu di Sungguminasa Gowa.

Kedua tokoh pemerhati budaya itu, berkolaborasi untuk merintis kembali pembangunan pendopo anak Raja Gowa 16 Sultan Hasanuddin.

Pembangunan pendopo yang berdampingan makam Krg Galesong I Mannindori Kare Tojeng ini akan melibatkan turunan  Karaeng Galesong yang berdomisili di JawaTimur dan di Sulawesi Selatan.

Baca Lainnya :

" Ini bukti sejarah yang harus dipertahankan orang Jawa dan Gowa - Makassar, karena sejak dahulu raja raja di gowa sudah menjalin hubungan kerjasama sampai ke pernikahan," kata Catur Agus Cahyono yang mengaku masih turunan Krg Galesong dari pernikahan anak Raja Madura Jawa Timur.

Menurut dia, makam anak Sultan Hasanuddin ini dimakamkan di Ngantang oleh VOC setelah gugur di medan perang melawan penjajah Belanda.

" Ini kisah jika digalih sangat memilukan bagi keturunannya lantaran orang Gowa miliki histori yang kuat dengan raja raja di Jawa dalam perang melawan penjajah, " tutur Catur Agus Wahyono yang dikenal dengan panggilan Ki Agus.

Dia juga menjelaskan, Bupati Gowa terdahulu Ikhsan Yasin Limpo pernah membantu dana untuk pemugaran makam, termasuk Wapres Jusuf Kalla pernah berkunjung ke Makam Karaeng Galesong.

Ketua Pusat Kajian Budaya Hasan Basri Ambarala ketika menerima tamunya memberi apresiasi yang tinggi karena mau melestarikan cagar budaya yang ada hubungannya dengan putra Raja Gowa itu. Bahkan pihaknya akan tetap mendukung niat suci panitia pembangunan pendopo Karaeng Galesong di Ngantang Malang.

I Mannindori Krg Galesong putra Sultan Hasanuddin dalam sejarah Jawa menikahi putri Raja Madura Trunojoyo lalu memperistrikan selir  Amangkurat I sebagai istri keduanya setelah raja mataram ini mangkat.(rul/**).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment