- Kolaborasi Alumni Angkatan 81 SMA Negeri Makassar Buahkan Kebahagian
- Warga Cukup Antusias Padati Lapangan Cendana Residence Shalat Idul Fitri 1447 H
- Sebuah Kolaborasi yang Cantik, Undang Ratusan Warga Buka Puasa Bersama di Popanda
- Sinjai Maju Selangkah Lagi, Maraja Convention Centre Mulai Dioperasikan
- Ciri Fisik Penduduk Syurga Bentuk Tubuhnya Halus Cantik dan Tampan
- Andi Muhammad Mappanyuki Tegaskan Haram Hukumnya Menerima Ongkos Politik
- Luar Biasa, Warga Dusun Bangkala Kabupaten Gowa Cor Jalan Berlubang tanpa Bantuan Pemda
- Banyak Manusia di Dunia, Sering Melalaikan Dua Nikmat Tuhan yang Diberikan
- Panitia Pembangunan Pendopo Makam Karaeng Galesong di Malang Temui Ambarala
- Gubernur Andi Sudirman Tepati Janji, Ruas Jalan Tanabatue - Sinjai Bakal Mulus
Massa Minta Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Mundur, Dinilai Tidak Pro Rakyat

Intiberita, Makassar-- Ratusan massa (Kamis 21/22) mendatangi Kantor Gubernur Sulsel meminta Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin mundur.
Aksi massa yang mendatangi Kantor Gubernur itu menamakan dirinya Aliansi Mahasiswa Pemuda Masyarakat (Ampera) dan Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pemerintah Desa Sulsel dengan korlap aksi dipimpin Fahmi Sofyan.
" Kebijakan Bahtiar tidak pro rakyat karena semata hanya mementingkan pengusaha. Karena itu kami minta Bahtiar mundur dan copot Bahtiar dari jabatannya," tutur Fahmi dengan suara lantang di kerumunan aksi massa.
Baca Lainnya :
- Cafe \'Sudut Senja\' Tempat Mangkalnya Kawula Muda di Makassar0
- Cafe Sudut Senja Tempat Mangkalnya Kawula Muda di Makassar0
- Syahriwijaya Lantik Ketua DPK KKMB Bone Kabupaten Selayar0
- Nasyit Umar Ramaikan Bursa Senator DPD RI0
- Fatmawati Rusdi Resmikan Posko Pemenangan di Kallongtala0
Fahmi menilai, di tengah kondisi Sulsel dikatakan terancam bangkrut oleh Pj Bahtiar justru ia melakukan kunjungan dinas dengan menyewa helikopter yang biayanya cukup fantastis.
Sebuah Lembaga LGO mengatasnamakan dirinya Pusat Kajian Budaya dan Ilmu Pemerintahan Nasional lewat Direkturnya Hasan Basri Ambarala ikut prihatin dengan kondisi pemerintahan yang dipimpin Bahtiar di Sulsel.
" Coba saja bayangkan Pj menilai pemerintahan yang dipimpinnya terancam bangkrut sementara dia berleha-leha naik heli melakukan kunjungan dinas ke berbagai kabupaten. Katanya Sulsel terancam bangkrut sementara dia sendiri tidak efisien menggunakan anggaran," tutur Ambarala yang juga mantan birokrat senior Pemprov Sulsel ini kepada wartawan.
Ambarala juga menilai Apdesi menyoroti pengalokasian dana desa untuk budidaya pisang cavendis itu wajar mereka suarakan. Karena perintah menggunakan dana desa untuk kepentingan budidaya cavendis bisa jadi menyalahi aturan, karena tidak melalui mekanisme penganggaran alias bisa berpotensi pidana.
" Kebijakan ini bisa mengorbankan kepala desa nanti. Lagi pula program ini bikin resah petani. Bahkan petani mengeluh ke mana dipasarkan nantinya. Apalagi pisang punya jangka waktu untuk betahan," ujar Ambarala.
Akan halnya yang dikatakan Anggota DPRD Sulsel Arfandi Idris kepada wartawan, ia juga mempertanyakan sikap Pj Gubernur Sulsel Bahtiar, menghamburkan anggaran hanya untuk kujungan ke daerah memakai fasilitas yang terbilang fantastis.
" Oktober 2023 Pj Bahtiar sendiri pernah bilang, Pemprov Sulsel terancam bangkrut akibat utang, tapi belakangan justru dia tidak menghemat anggaran," kata Arfandi yang juga Ketua Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Sulsel.
Tanggapan berbagai kalangan soal aksi unjuk rasa Kamis lalu sampai berita ini diturunkan belum dinilai belum mengusik Pj Gubernur Sulsel. Sementara Ampera dan Apdesi mengancamakan turun lagi melakukan aksinya yang lebih besar jika tidak mendapat respon. (tim/**)










