- Kolaborasi Alumni Angkatan 81 SMA Negeri Makassar Buahkan Kebahagian
- Warga Cukup Antusias Padati Lapangan Cendana Residence Shalat Idul Fitri 1447 H
- Sebuah Kolaborasi yang Cantik, Undang Ratusan Warga Buka Puasa Bersama di Popanda
- Sinjai Maju Selangkah Lagi, Maraja Convention Centre Mulai Dioperasikan
- Ciri Fisik Penduduk Syurga Bentuk Tubuhnya Halus Cantik dan Tampan
- Andi Muhammad Mappanyuki Tegaskan Haram Hukumnya Menerima Ongkos Politik
- Luar Biasa, Warga Dusun Bangkala Kabupaten Gowa Cor Jalan Berlubang tanpa Bantuan Pemda
- Banyak Manusia di Dunia, Sering Melalaikan Dua Nikmat Tuhan yang Diberikan
- Panitia Pembangunan Pendopo Makam Karaeng Galesong di Malang Temui Ambarala
- Gubernur Andi Sudirman Tepati Janji, Ruas Jalan Tanabatue - Sinjai Bakal Mulus
Kopi Beraroma Khas Bisa Dinikmati di Galery Kopi Rumbia Jeneponto

Keterangan Gambar : Owner Galery Kopi Rumbia Haji Nas (baju hitam) bersama penikmat kopi racikannya
Intiberita, Jeneponto -- Ngopi! Ngopi adalah istilah yang populer di tanah air untuk menggambarkan aktivitas minum kopi. Ngopi bukan hanya tentang minum kopi, tapi juga tentang bersantai, berdiskusi, atau menikmati waktu bersama teman atau keluarga.
Seperti halnya di Galery kopi Rumbia, sebuah warkop yang terletak di kota Jeneponto di jalan poros provinsi, menjadi sasaran persinggahan bagi siapa saja yang senang ngopi.
Suasana warkop yang penuh estetika dan seduhan kopi yang khas dipetik dari Kampung Rumbia ini menambah nikmatnya aroma kopi dari kaki gunung Lompobattang ini membuat kita betah duduk di Warkop milik Haji Nas.
Baca Lainnya :
- Mengais Rezeki Dari Salon Kecantikan dan Usaha Travel ke Kolaborasi Bisnis Kerupuk0
- Haji Badris Kebanjiran Ucapan Selamat di Ultah ke 50 dari Para Bankir0
- Teguran Panitia Paskibra Sinjai Borong Berakhir Mengharukan di Hari Ulang Tahun Bripka Dedi0
- Andi Bukti Djufrie dan Bunda Literasi Makassar, Beri Penghargaan di Apel Pelepasan Siswi SDN Maccini0
- LBH DPC Makassar Resmi Menerima SK dari Ketua Umum DPP0
Seduhan kopi Haji Nas ini diracik sendiri, sehingga aromanya tak kalah bersaing dengan aroma kopi hotel berbintang empat di Makassar.
Tak heran warga Jeneponto dan pelintas jalan provinsi banyak yang mampir menikmatinya.
Lokasi warkop Rumbia ini sangat strategis menjadi tempat persinggahan lantaran letaknya strategis berada di sebelah kiri poros jalan provinsi dari Makassar, tak jauh dari Pasar Jeneponto.
Bagi H Nas, ia membangun galeri kopi ini sejak 1 Agustus 2017 untuk memperkenalkan kalau kopi asal Kampung Rumbia ini punya aroma yang khas dibanding kopi lainnya yang ada di daerah ini.
Tak heran, ia membangun Galeri Kopi juga sekaligus menyediakan kemasan kopi yang bisa dijadikan oleole pulang untuk keluarga di rumah.
" Ini cara kami memperkenalkan jika ada kopi di Jeneponto asal Desa Rumbia yang tak kalah kualitasnya dengan kopi lainnya di dunia. Salah satunya kami kemas kopinya untuk dipasarkan," tutur H Nas dengan nada pelan.
Makanya dia selain membuka warung kopi, ia juga memelihara kebun kopi untuk siap untuk dipetik di desanya, yang dikenal sejak dulu bangsa penjajah tertarik datang ke desa itu.
" Anda penikmat ngopi nyesal jika melintas di Jeneponto tidak mampir di warkop Rumbia," ujar Fadly salah satu pengunjung.(abr/**l










