- Kolaborasi Alumni Angkatan 81 SMA Negeri Makassar Buahkan Kebahagian
- Warga Cukup Antusias Padati Lapangan Cendana Residence Shalat Idul Fitri 1447 H
- Sebuah Kolaborasi yang Cantik, Undang Ratusan Warga Buka Puasa Bersama di Popanda
- Sinjai Maju Selangkah Lagi, Maraja Convention Centre Mulai Dioperasikan
- Ciri Fisik Penduduk Syurga Bentuk Tubuhnya Halus Cantik dan Tampan
- Andi Muhammad Mappanyuki Tegaskan Haram Hukumnya Menerima Ongkos Politik
- Luar Biasa, Warga Dusun Bangkala Kabupaten Gowa Cor Jalan Berlubang tanpa Bantuan Pemda
- Banyak Manusia di Dunia, Sering Melalaikan Dua Nikmat Tuhan yang Diberikan
- Panitia Pembangunan Pendopo Makam Karaeng Galesong di Malang Temui Ambarala
- Gubernur Andi Sudirman Tepati Janji, Ruas Jalan Tanabatue - Sinjai Bakal Mulus
Kisah Taaruf Founder K-Apel Siap Naik Cetak

Keterangan Gambar : founder Komunitas Anak Pelangi (K-Apel), Rahman Rumaday
Baca Lainnya :
- Hasan Basri Ambarala Kembali Bertugas di Biro Pemerintahan Setda Sulsel0
- Serahkan Bantuan Bak Air, Bupati : Jangan Dijual0
- Serahkan Bantuan Bak Air, Bupati : Jangan Dijual0
- Rahman Rumaday : Budaya Itu Memberikan Semangat Sekaligus Menyatukan Orang0
- Ini Dibahas Camat Mariso dan 9 Lurah dalam Rapat Koordinasi 0
Intiberita -- Kisah taaruf founder Komunitas Anak Pelangi (K-Apel), Rahman Rumaday, rampung diedit menjadi buku dan siap naik cetak. Buku ini berkisah tentang taaruf antara Bang Maman, begitu dia disapa, dengan istrinya, Heliati Eka Susilowati, atau biasa dipanggil Esti.
Buku yang disunting oleh Rusdin Tompo ini, punya judul menarik, yakni "Maharku: Pedang dan Kain Kafan". Bukunya diberi judul seperti itu, karena mahar pernikahan yang diberikan Bang Maman kepada Esti, antara lain berupa pedang dan kain kafan.
"Memang permintaan calon istriku seperti itu. Kedengarannya aneh dan tidak biasa, tapi dia punya alasan dan argumentasi jelas," ungkap Bang Maman, di Kafe Baca, Jln Adyaksa Makassar, Rabu, 8 September 2021.
Buku "Maharku: Pedang dan Kain Kafan" merupakan buku ketiga yang ditulis Bang Maman. Sebelumnya, dia sudah menerbitkan buku berjudul "Perpustakaan Lorong Parang Tambung" dan "Green Tea dan Bunga". Kedua buku itu juga sunting oleh Rusdin Tompo sebagai editor.
Bagi Rusdin Tompo, merampungkan buku ini tepat di Hari Aksara Internasional, 8 September, merupakan kebahagiaan tersendiri. Apalagi buku ini banyak memberikan pembelajaran dan dapat dijadikan panduan bagi mereka yang akan menjalani proses taaruf. Karena banyak mengutip ayat Alquran dan kisah-kisah inspiratif sahabat Nabi Muhammad saw yang berkaitan dengan mahar.
Dalam Islam, menurut Bang Maman, tidak mengenal pacaran sebelum menikah. Tapi perkenalan dua insan lain jenis adabnya melalui proses taaruf. Taaruf itu, lanjutnya, merupakan pertemuan dua orang untuk saling kenal tapi didampingi oleh yang dipercaya atau seorang ustaz. Dia sendiri mengaku, baru mengetahui taaruf itu seperti apa, setelah menjalaninya.
Bang Maman berharap, buku "Maharku: Pedang dan Kain Kafan" Jilid I ini bisa diluncurkan pada bulan November 2021, pada saat ulang tahun perkawinannya.










