- Kolaborasi Alumni Angkatan 81 SMA Negeri Makassar Buahkan Kebahagian
- Warga Cukup Antusias Padati Lapangan Cendana Residence Shalat Idul Fitri 1447 H
- Sebuah Kolaborasi yang Cantik, Undang Ratusan Warga Buka Puasa Bersama di Popanda
- Sinjai Maju Selangkah Lagi, Maraja Convention Centre Mulai Dioperasikan
- Ciri Fisik Penduduk Syurga Bentuk Tubuhnya Halus Cantik dan Tampan
- Andi Muhammad Mappanyuki Tegaskan Haram Hukumnya Menerima Ongkos Politik
- Luar Biasa, Warga Dusun Bangkala Kabupaten Gowa Cor Jalan Berlubang tanpa Bantuan Pemda
- Banyak Manusia di Dunia, Sering Melalaikan Dua Nikmat Tuhan yang Diberikan
- Panitia Pembangunan Pendopo Makam Karaeng Galesong di Malang Temui Ambarala
- Gubernur Andi Sudirman Tepati Janji, Ruas Jalan Tanabatue - Sinjai Bakal Mulus
Direktur PKBIP Tinjau Situs Sejarah dan Merencanakan Makam Arung Sumaling di Maros Dipugar

Maros, IB. Salah satu situs sejarah yang ada di Maros yakni makam Arung Sumaling La Mappesangka bin Petta Ponggawa LaoE ri Luwu letaknya di Desa Lalatedong Atambua Maros mulai menjadi perhatian bagi anak cucunya.
Betapa tidak, Kamis belum lama ini diantaranya ada dari Kalimantan dan dari sejumlah daerah bersama meninjau lokasi makam Arung Sumaling cucu Raja Gowa ke 20 dan ke Raja Bone ke 19 yang pernah menjadi Sultan di kedua kerajaan besar itu, membulatkan niatnya untuk membantu pemerintah melestarikan situs bersejarah di Maros.

Baca Lainnya :
- Andi Sudirman Sulaiman : Anggaran yang Diberikan, Bangun Jembatan Alternatif Sarana Masyarakat0
- Ridwan Kamil Puji Komitmen Andi Sudirman Pembangunan Masjid Kubah 99 Asmaul Husna0
- Pertemuan Akbar Wija La Pabbenteng Petta Bampe Jadi Sarana Konsolidasi Serumpun0
- Ratusan Keturunan Gella Panreng Berhalal bi Halal di Sinjai Utara0
- Pelayanan SPBU 7490507 Camba Dikeluhkan Banyak konsumen0
"Kami semua cicitnya di sini merencanakan memugar beberapa makam raja asal Bone dan Gowa yang ada di Maros agar bisa menjadi lestari," tutur Direktur Pusat Kajian Budaya dan Ilmu Pemerintahan Indonesia (PKBIP) Hasan Basri Ambarala kepada wartawan.
Menurut dia, pemugaran makam ini tidak lain sebuah pelestarian nilai budaya. Apalagi, La Mappesangka Arung Sumaling ini adalah turunan langsung Raja Gowa dan Raja Bone yang sangat menentang penjajah Belanda di zamannya.
Kepatriotan La Mappesangka suami Besse Tanete Karaeng Bulukumpa ini, membuat Belanda kalang kabut dibuatnya karena selain sakti tidak dimakan peluru juga membuat Belanda kalangkabut karena strategi perang yang lihai dalam peperangan yang terjadi di Sungai Segeri Barru pada zamannya.
" Bayangkan saja perburuan oleh Belanda dari Bone sampai ke Atambua Maros finisnya. Barulah sang raja ini menemui ajalnya setelah ditenggelamkan di Sungai Lalatedong. Ini kisah menarik dan mengharukan," kenang Ambarala.
Karena itu, menurut Ambarala yang juga staf Ahli Gubernur Sulsel ini, menghimpun para turunan dan keluarganya dari berbagai daerah untuk memberi kontribusi memugar situs bersejarah ini.
Menurut Dr Sibali dosen senior dari Samarinda yang ikut serta dalam peninjauan, makam leluhur ini harus menjadi perhatian anak cucunya. Paling tidak membantu rencana pemugaran sehingga situs sejarah ini bisa lestari sepanjang masa.

Paling tidak, situs ini bisa berbicara kepada generasi sekarang, jika dulu ada sang patriot yang sangat menentang penjajahan bangsanya," kata Dr Sibali.
Rencana pemugaran makam telah didiskusikan Kamis (12/5) ini di sebuah warkop di Maros yang juga dihadiri Andi Ilham Najamudin generasi ke 6 dari Arung Sumaling yang juga putra mantan Bupati Maros Andi Nadjamudin.
Adapun Keturunan La Mappesangka ini tersebar di Soppeng, Bone, Sinjai, Bulukkumba, Gowa, Luwu, Pangkep dan Maros serta sebagian besar di wilayah Mallawa ( st)










